RSS

Selesaikan Persoalan Fundamental di Perbatasan !

09 Nov

Gambar

Infrastruktur di perbatasan seperti pelabuhan laut yang memadai, jalan raya yang baik serta pabrik-pabrik pengolahan bahan mentah harus diperbanyak.

PEMERINTAH menilai usulan Kamar Dagang dan Industri yang meminta agar impor langsung sebanyak 4 komoditi bisa dilakukan ke wilayah perbatasan masih diperlukan kajian mendalam.

“Saya kira hal itu harus dibahas dengan baik dan cukup mendalam, dan saya tidak ingin mengambil posisi apa-apa dulu sekarang ini. Kalau Kadin ingin impor gula sebanyak 130 ribu ton saya pikir itu terlalu banyak. Kami hanya akan ijinkan dengan jumlah yang sangat terbatas,”kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Jumat, (9/11).

Ia mengemukakan, sebaiknya semua pihak mesti menyelesaikan persoalan di kawasan perbatasan lebih fundamental. Harga kebutuhan pokok pangan yang tinggi di kawasan perbatasan lebih disebabkan persoalan infrastruktur. Menurut dia, kawasan-kawasan di perbatasan negara ini mestinya harus dibuat lebih terhubung dengan sentra-sentra produksi.

“Justru persoalan yang paling fundamental di perbatasan itu infrastruktur, makanya hal itu dulu yang harus dibereskan dulu, selain mendorong juga distribusinya. Jangan lihat dari sudut perdagangannya saja,” ujar Bayu menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menargetkan 4 komoditi bisa diimpor langsung untuk kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan pada tahun depan. Di antara komoditi tersebut, yakni beras, gula, minyak goreng, dan gas elpiji sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga yang stabil.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Distribusi, Perdagangan, dan Logistik Natsir Mansyur mengemukakan, kebijakan impor bahan makanan masih diperlukan terutama di daerah perbatasan yang masih terpencil di mana kondisi infrastruktur masih belum memadai dan biaya logistik mahal.

“Tentunya, masyarakat di sana membutuhkan sumber makanan yang murah, karena kalau didatangkan dari Jawa masih sulit dan harganya mahal. Kondisi masyarakat di sana sangat sulit, untuk makan tiga kali sehari saja susah, pekerjaan juga tidak terjamin,” kata Natsir.

Sebelumnya, terdapat lima kabupaten kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Barat yang mendapat izin impor gula langsung sebanyak 17.500 ton dari Thailand selama periode tiga bulan. Keputusan tersebut sesuai dengan surat ijin yang dikeluarkan Menteri Perdagangan per 17 Juli 2012.

Ke depan, Kadin bersama Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPB) akan mengupayakan provinsi-provinsi lainnya untuk mendapat ijin impor langsung Gula Kristal Putih (GKP), terutama untuk wilayah perbatasannya. Bahkan, tahun depan, Natsir memperkirakan kebutuhan gula bisa mencapai 130 ribu ton untuk enam propinsi yang memiliki kawasan perbatasan terdiri dari 38 kabupaten.

 
Leave a comment

Posted by on 9 November 2012 in Kebudayaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: